Kisah Putih Abu-abu

Kisah Putih Abu-abu

  • WpView
    Reads 593
  • WpVote
    Votes 150
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2020
Menceritakan tentang anak SMA yang mengalami lika-liku pertemanan, persahabatan, dan percintaan. Tokoh utama dihadapakan berbagai masalah mulai dari pelajaran, organisasi hingga persoalan cinta monyet di masa SMA karena ulah teman-teman disekitarnya. Selain itu juga menyuguhkan cerita lucu penuh kesabaran dan emosi karena sifat tokoh-tokoh yang saling melengkapi. Dan cerita ini tidak jauh dari ruang lingkup kehidupan sekolah oleh karena itu, latar cerita jarang menampilkan kegiatan di rumah. Yang menjadi puncak persoalan ketika tokoh utama dihadapkan pilihan antara cinta dan masa depan. Yang mana usia anak SMA memiliki emosi yang labil sehingga susah untuk memilih salah satu dari pilihan tersebut. Kira-kira bagaimana ending dari cerita tersebut? Yups masi abu-abu, makanya pantengin terus yaw • InsyaAllah akan aku publish seminggu sekali selama respon kalian baik oleh karena itu mohon dukungannya ya. :') • Mari saling mendukung karya anak bangsa. :'))) 10 April 2020
All Rights Reserved
#1
thewattys2020
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLASS F
  • Rewrite the Start
  • PROM NIGHT HIGH SCHOOL [END]
  • MY HUSBAND IS CHILD [ ON GOING ]
  • ESCOGER : Memilih [COMPLETED]✔️
  • Casandra✔️ [PROSES PENERBITAN]
  • DAKSA [END]
  • GASA [end]
  • Takdirku [END]
  • AKSELIO (TERSEDIA DI KARYAKARSA)
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines