Seperti bilangan nol, kosong dan tak terdeskripsikan. Seperti angin, menemani, tapi sulit di gapai. Seperti air, dapat di rasakan, tapi sulit di genggam.
Saat masih jauh, kau mendekat. Saat ingin dekat, kau menjauh. Bodohnya hati, terus mengejar tanpa lelah. Tetap berjuang meski hasilnya sia-sia. Rasanya ingin menyerah, namun di urungkan saat kau tertawa lepas tanpa beban, tanpa masalah. Meski aku tahu, kau lebih di tempa untuk kuat dalam derita daripadaku yang di kelilingi cinta.
Saat pertama kali menderita, lelah, rasanya ingin menyerah, saat itulah kau datang. Kemeja birumu adalah favoritku saat aromamu menusuk hidung. Di saat itulah aku tahu, bahwa kau adalah penyelamatku.
"Jangan memandang ke atas, tetapi ke bawah. Percayalah, hidup ini lebih kejam dari apa yang kau pikirkan," Ujarnya pelan, suaranya lembut dengan senyum yang selalu aku rindukan.
⚠️PERINGATAN!⚠️
CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK.
JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA.
MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH.
---
Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan.
Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam.
Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya.
Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah.
Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam.
Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan?
Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya.
Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir.
Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian.
Boleh, kan?
Start at June, 25th 2018