We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hanya Aku Dan Semesta Yang Tau

Hanya Aku Dan Semesta Yang Tau

  • WpView
    Reads 477
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hai guys! tulisan ini aku buat, untuk mengungkapkan isi hati wanita yang susah untuk move on. Tentang mengikhlaskan, tentang kabar, tentang rindu yang tanpa basa-basi datang dengan sendirinya. Tentang kamu yang masih aku rindukan. Aku akan selalu bilang ke kamu "baik baik ya disana, nanti kita ketemu lagi" Dan semoga benar kita akan ketemu lagi. - dari aku, yang pernah menjadi kekasihmu
All Rights Reserved
#126
tentangkita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When his name is
  • LAUTAN HATI HERA
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • UNREQUITED LOVE
  • Hanya Saja
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • You Are The Reason
  • jangan percaya seseorang

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines