BUMI
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 19, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Bum, aku ingin pelihara singa." "Kenapa?" "Karena singa kuat, dia bisa melindungiku kapanpun dan di manapun. Tapi singa juga bisa tampak lucu, rambutnya yang lebat itu bisa aku pegang atau bahkan mungkin aku bisa dibawanya berlari di atas tubuh besarnya, menikmati angin yang berembus sembari aku berpegang pada rambut dia." "Kenapa kau ingin singa, sedangkan kau sudah punya aku, Bumi, yang di dalamnya ada apapun yang kau mau." Bumi dan Bulan, perempuan dan laki-laki yang tidak pernah saling "memiliki". Tapi di sisi lain, mereka juga saling "memiliki". Karena kata Bumi, "Cinta tak selalu berarti memiliki. Kami hanya harus saling menemani. Selalu berada di sisi, dan saling mengerti. Tapi semua akan pergi, tanpa permisi. Jangan terlalu lama merasa sendiri, karena kau akan merugi." 🌏🌑
All Rights Reserved
#285
truelove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • My Beloved Enemy
  • Fake Love Or True Love?(Vsoo) And✓
  • Forced to marry (Completed)
  • She Is Mine Forever ✔️
  • OURS || EarthMix

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines