Prenuptial Agreement

Prenuptial Agreement

  • WpView
    Reads 399,534
  • WpVote
    Votes 21,361
  • WpPart
    Parts 59
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 25, 2026
"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.
All Rights Reserved
#1
penulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Burning Up
  • Suck It and See (Complete)
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • JODOH salah ngomong
  • Tak Sengaja Jodoh
  • DEANDRA (Dangez Gang)
  • My Lecturer is My Husband
  • The First One
  • Nearby Relations
  • Hello!! my Husband [END]

Siapa gerangan perempuan sial yang kelak akan berakhir menyandang nama Aditya Anggoro di belakang namanya setelah menikahi Gama? Tentu itu tanda tanya besar yang seringkali Gama tertawakan bersama kawan-kawannya. Apakah seorang selebriti? Putri pengusaha? Atau bahkan bukan keduanya? Gama tidak peduli. Perjodohan adalah hal yang pasti baginya. Ia sadar kombinasi gaya hidup bebasnya sejak remaja dan kesibukan kerjanya tidak akan membantunya menemukan perempuan baik-baik untuk dijadikan istri. Lain dari sang kakak yang hanya mempersembahkan cintanya pada satu wanita, Gama tidak pernah jatuh cinta. Selama ini hanya ada dua nama perempuan tanpa ikatan darah yang Gama cintai, Jena Hara Rajendra-yang telah resmi menjadi kakak iparnya-dan Aurelly Rayina. . . . . Karenina memutuskan maju setelah yakin Gama akan mundur, siapa sangka rupanya pria petualang itu justru melangkah sebaliknya. Bagi Karenina, menyetujui perjodohan dengan pria macam Gama merupakan perjudian tanpa risiko. Tidak akan mudah, tapi pasti menarik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines