Cerita ringan romansa anak SMA
-
"Dari kehilangan dia, gue jadi banyak belajar, dan berubah"
- Gisel-
"Bisa sama dia, nggak ada dalam rencana gue, dia ajaib,"
-Beni-
"Semuanya sama, kayanya cuma dia yang bisa gue anggep beda,"
-Saka-
"Dia bilang, 'iya emang keliatan kamu yang paling dewasa, tapi jangan lupa orang dewasa juga bisa salah' cuman dia yang ngucapin itu ke gue, dan setelahnya gue berpikir bahwa dia yang tepat,"
-Devan-
"Dia nanya ke gue, definisi dia menurut gue kaya gimana? Dan jawaban gue 'lo itu Surprise? Lo aneh, gue sayang sama lo'"
-Bara-
Anak satu satunya di tuntut untuk menjadi yang paling sempurna demi mendapat harta warisan sang kakek. Masuk ke dalam dunia dimana bukan jati dirinya yang di temukan di dalam sana.
Mempunyai nama belakang yang di pandang hormat oleh orang lain membuatnya tak bebas menjalani hidup selayaknya remaja SMA pada umumnya.
Kekangan dan larangan yang berlebihan membuatnya membangkang di suatu hari. Dia lelah benar benar lelah dengan jalan hidup yang memuakkan seperti ini.
"Gue gak bisa". Ucap gadis itu saat melihat bagian tubuh yang harus ditattonya.
"Disini?". Menunjuk bagian tubuhnya yang lain.
"Gak bisa, gue gak bisa gambar di tempat kayak gitu". Ucapnya lagi masih menolak.
"Gue cari tempat lain aja". Menutup kembali bajunya dan berlalu dari sana.