Cerita ringan romansa anak SMA
-
"Dari kehilangan dia, gue jadi banyak belajar, dan berubah"
- Gisel-
"Bisa sama dia, nggak ada dalam rencana gue, dia ajaib,"
-Beni-
"Semuanya sama, kayanya cuma dia yang bisa gue anggep beda,"
-Saka-
"Dia bilang, 'iya emang keliatan kamu yang paling dewasa, tapi jangan lupa orang dewasa juga bisa salah' cuman dia yang ngucapin itu ke gue, dan setelahnya gue berpikir bahwa dia yang tepat,"
-Devan-
"Dia nanya ke gue, definisi dia menurut gue kaya gimana? Dan jawaban gue 'lo itu Surprise? Lo aneh, gue sayang sama lo'"
-Bara-
Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!.
Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini.
Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan.
Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis.
"Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".