Story cover for Fall Silent  by fetyaa
Fall Silent
  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Feb 29, 2020
Mature
Dia Araya

Gadis naif berusaha menghindar dari problematika kehidupan. Memiliki kehidupan yang damai adalah cita-cita Araya. Bermain biola ditengah alam terbuka nan teduh, menyendiri disudut perpustakaan-dengan setumpuk buku menemani sepanjang hari

Araya benci keramaian, Araya lebih suka berada dalam kesunyian, hidup tanpa menarik perhatian orang lain. Karena bagi Araya, tidak ada manusia yang benar-benar perduli akan kehadirannya-selain keluarga tercinta.

Akan tetapi semua hancur dalam sekian detik, ketika Bunda dengan lantang meneriaki Ayah. yang tersirat di dalamnya-Ayah bukan lagi bahtera bagi kami. 

Semua terasa salah, Araya semakin mengubur diri dalam-dalam. Semakin tidak terlihat. Berusaha untuk abai atas apa yang terjadi. Araya terlalu rapuh. Memilih terasingkan adalah cara paling ampuh. 

Hingga dipenghujung kesedihan, lelaki itu datang. membawa setitik cahaya dalam gelapnya dunia. Merangkul, berkata bahwa semua akan baik-baik saja. Dia tidak sadar, hadirnya menumbuhkan rasa lain yang terlarang.
All Rights Reserved
Sign up to add Fall Silent to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Once and Never Again cover
The Bleeding Lady [completed] cover
Menyerah atau Bertahan? cover
YOUNIVERSE (Tahap Revisi) cover
Benalu [Terbit] cover
DISA | broken cover
Saat Cinta Tak Terucap cover
✔Alena cover
Waktu?  cover

Once and Never Again

7 parts Ongoing

-sebuah kisah tentang bertahan, melangkah, dan hal-hal kecil yang tetap tinggal bahkan setelah waktu pergi. Di antara seragam putih-abu, buku pelajaran, dan jalanan yang dilintasi dengan napas lelah, Lunar menyimpan dunia yang jarang dilihat orang lain. Ia bukan siswa yang menonjol, bukan juga tokoh utama dalam cerita siapa pun. Tapi ia menyimpan puing-puing ketabahan-dalam diamnya, dalam cara ia menulis, bekerja, dan mencintai tanpa banyak suara. Suatu masa dalam hidupnya, ia bertemu seseorang yang tak direncanakan. Bukan cinta besar, mungkin. Tapi cukup untuk membuat jantungnya belajar irama baru. Ia mencoba menata kembali cerita yang dulu hanya ia simpan sendiri. Tentang hujan dan bangku kosong, tentang jendela kelas dan panggilan dari seseorang yang tak pernah ia sangka akan begitu berarti. Karena beberapa cerita tidak pernah benar-benar selesai. Mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk diceritakan kembali.