Wir haben unsere Inhaltsrichtlinien aktualisiert.
Sieh dir die neuesten Richtlinien an, um weiterhin sicher Geschichten zu teilen.
Erfahre mehr
Cold Family

Cold Family

  • WpView
    GELESEN 135
  • WpVote
    Stimmen 26
  • WpPart
    Teile 8
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Apr. 27, 2022
WpInfo
Belletristik
Romantik
"aku akan menikahi layla" aku terkesiap mendengar ucapan lelaki yang sudah kuanggap kakakku sendiri itu. "apa maksudmu al?" sahut ayah dengan raut kaget yang sangat jelas. "ayah tidak mau menerima bantuanku pada perusahaan jadi kupikir ini cara yang tepat, aku yakin ayah akan menerima bantuanku jika itu berasal dari menantu ayah sendiri" "kau gila" sela abang kei pada penjelasan kak al. "menurutku ini jalan keluar yang tepat, perusahan ayah bisa selamat jika aku menolongnya dan aku akan memiliki istri yang dapat mengurusku" kak al terdiam sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya dengan mata menatap lekat pada kedua orang tuaku. "aku tau ayah dan ibu sudah menganggapku sebagai anak tapi bukankah dengan aku menikah dengan layla maka aku akan benar-benar menjadi bagian dari keluarga ini?" "aku yakin ayah juga tidak akan sungkan menerima bantuan ku kan?" "itu memang benar, aku akan senang hati menerima suntikan dana yang besar jika itu dari menantuku apalagi kalau menantuku adalah kamu al, tapi al perlu kamu ketahui bahwa pernikahan bukanlah hal yang dapat dipermainkan"seru ayah ------------------------------------------ Maaf kalo typo bertebaran 😅 Selamat membaca😊
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Marriage, Not Dating
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Master Hong's Lucky Bride
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • The Man
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Second Chance (Setialah Bersamaku)
  • Turun Ranjang
  • ArKa (End)
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis

"Enggak usah basa-basi mending kita langsung cipokan aja." Berawal dari kalimat candaan dan berakhir mala petaka, Bella yang iseng mengucap kalimat haram itu harus berurusan dengan Adnan, bukan berurusan dalam artian ringan tetapi dalam artian begitu berat atau bahkan sangat berat, Bella yang bodoh itu harus diseret ke dalam kehidupan Ananta dan dipersunting secara tiba-tiba oleh pria bermulut sampah itu. "Heh! Astaga! Sial! Ayo Bel berpikir positif, pasti pria gila itu cuman mau adu ikan cupang sama Ayah! Ahk enggak mungkin! Hidupku sudah tamat!" Bella terus bermonolog saat sosok Adnan sedang duduk di ruang keluarga bersama ayah dan ibu, ketiga orang itu terlihat membicarakan hal yang sepertinya amat serius. Adnan tahu yang dilakukannya ini hal gila, bahkan pria itu sering kali menerima umpatan dari sahabat kecilnya setelah bertindak nekat melamar wanita yang baru ditemuinya. Jika Kai mengumpati Adnan, maka beda cerita lagi jika itu keluarga besar Adnan, bahkan pihak keluarga begitu excited saat Adnan mengatakan akan mempersunting wanita. "Lo ngotak dikit dong! Lo baru kenal tuh perempuan dan lo mau nikahin dia? Apa nggak gila?!" "Nyokap sama bokap gue udah tahu, mereka dukung kegilaan gue kali ini," balas Adnan. "Tapi mereka nggak tahu kalau lo sama Bella itu baru kenal anjing, mereka tahunya kalau lo sama Bella pacaran, lo bener-bener dah tega banget bohongin mereka!" Balas Kai sengit. Ikuti kisah Adnan dan Bella sekarang juga, masukkan cerita ini ke library list kalian. [FOLLOW SEBELUM MEMBACA YA‼️] pict cover by: pinterest.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien