Terlambat [END]

Terlambat [END]

  • WpView
    Reads 450
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
cerita ini terinspirasi dari sebuah lagu india yang berjudul tum hi aana. kalau penasaran, langsung baca aja ya😊 Karakternya tetap milik om mashashi kishimoto. Aku minjem doang.
All Rights Reserved
#64
tenten
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Sheet Of Feather [Completed]
  • The Reason Of Love (2) [Fanfic]
  • You Are My Calm✓
  • Looking For True Love 💖 [Fanfic]
  • My Love Your Husband
  • NaruHina Story (END)
  • °Anata No Kyoka° (End)
  • I Hate You But I Love You✔selesai
  • LOVE DESTINY

NARUTO BELONG TO MASASHI KISHIMOTO GENRE : romance/fantasi/friendship/supranatural PAIR : Neji H X Tenten slight :TenSasu, SasuSaku (dikit bangett >.<) RATE : K+-T NB : cuma sebuah luapan imajinasi, yang sedikit terinspirasi oleh novel the hobbit dicampur dengan sedikit bumbu cinta untuk pair NejiTen :). fic gaje Ditengah lebat nya hutan pinus tampaklah sebetapa damai dan nyamannya berada disana, segala penghuninya mungkin sedang terlelap, hanya suara burung hantu dan binatang malam yang terdengar dilengkapi dengan udara dingin yang mengigit serta semerbak aroma segar hijau hutan yang basah, ditengah hutan terdapat waterfall yang diiringi dengan air yang mengalir tenang dibawahnya, suara gemercik air semakin jelas terdengar saat terlihat sesosok tengah berjalan melewati air terjun itu dengan langkah sedikit tergesa lalu berhenti didekat genangan air yang lebih dangkal dan mulai berjongkok sambil mengisi kendinya namun bibirnya bergetar mengguman kan suatu kata seperti "jangan mati..jangan mati..jangan mati..". Tiba - tiba ada seorang yang menepuk bahunya pelan "hei, nona sedang apa?" wanita berambut coklat sebahu tersebut pun menoleh dan menatap lurus manik amethys orang itu dengan air mata yang mulai menganak sungai di pelupuk matanya "...".

More details
WpActionLinkContent Guidelines