We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Anak Rantau♡

Cinta Anak Rantau♡

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Awal pagi yang indah dengan segelas teh di tanganku.jam menunjukan pukul 06.15 dan saat nya berangkat kerja capcus,, gue berjalan kurang lebih setengah jam untuk bisa sampai ke tempat kerja. "selamat pagi bapak"sapa gue kepada salah satu satpam dan ia hanya menjawab dengan senyuman. dan tiba" salah satu temanku menepuk pundakku dari belakang "woy masuk yuk" dia mengagetkannku yang sedang menaruh tas di loker. "eh,ngagetin aja lu.yok masuk" jam menunjukan pukul 12.00 siang bel berbunyi saatnya istirahat. gue pun lansung bergegas ke arah kantin perut rasanya sangat lapar,maklum pagi cuma sarapan roti plus teh manis.wajar lah kan orang indonesia kalo belum makan nasi artinya belum makan hehehe lanjut, setelah makan aku dan ke empat teman cewe ku Esti,Wati,Rena,dan Santi langsung menuju ke area pabrik. kita sudah bersahabat semenjak bertemu di pabrik.walau belum lama kita berteman tapi terasa sudah menjadi bagian dari keluarga ku. maklum lah kan di sini gua anak rantau hanya di temani kakak dan keponakanku. skip "eh gerah banget siang ini" seru Rena setelah masuk kedalam pabrik. "iya nih,eh btw tadi kalian beli es tidak.enak juga nih siang-siang gini minum es" cletuk wati dengan sedikit membayangkan ada es di tangannya "udah kerja,jangan makanan sama minuman aja yang ada di otak lu" jawab gue sambil menggelengkan kepala dan akhirnya kita melanjutkan pekerjaan dengan sedikit candaan. kita bekerja satu meja dan ada satu lagi teman kita namannya Bu.Sopi tapi kita memanggil dengan sebutan"mommy" ya maklum lah ia sudah seperti ibu kita sendiri. tak terasa bel berbunyi. waktunya pulang yuhuu cuma satu yang ada di pikiran gue setiap pulang kerja,makan trus rebahan. padahal masih banyak tugas yang harus aku kerjakan di rumah.heuhhh sebalnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • SIMALAKAMA💋
  • School Heart♡ [TAMAT]
  • Dinikahin ayah tiriku[21+]{Slow Update}
  • Pretty Careless
  • DIA ADALAH NAJA
  •   *{ MAFIA POSESIF (DIAM)}*  '''CHOI YN X JEON JUNGKOOK '''

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines