I'M Lindzie

I'M Lindzie

  • WpView
    GELESEN 160
  • WpVote
    Stimmen 19
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., März 2, 2020
WpInfo
Belletristik
Romantik
" Zie sini temenin main basket "Ucap Arki sambil memainkan bola basket di tangannya itu. " Ga , zie disini aja liatin Arki " Ucapnya sambil menyeka keringat yang bercucuran. Arki berjalan sambil mengeluarkan Sapu tangan dari sakunya, lalu berujar "Lain kali kalo mau olahraga bawa Sapu tangan , tissue, atau apalah yang bisa buat lap keringat. Jangan pake tangan gitu , kotor!" Sambil menyeka keringat yang bercucuran di wajah Lindzie dengan lembut dan jangan lupa senyumnya yang manis mampu membuat Lindzie terkesima.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Nefiya
  • Couple Sweet
  • ArKa (End)
  • Iritasi Ringan
  • GUNFA
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Patience become love✅
  • tentang sebuah rasa
  • AKU MEMILIH DIRIMU[END]

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien