Dandelion

Dandelion

  • WpView
    Reads 495
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 16, 2020
"Dandelion? Hm.... dandelion itu sosok bunga yang kuat, berani, sederhana, dan gak pernah mentingin kebahagiannya" ucap gadis itu, ia menatap tumbuhan liar dengan bunga dandelion yang berada dihadapannya. "Mentingin kebahagiannya?" Tanya laki laki yang berada di sampingnya. Gadis itu mengangguk. "Mereka ngelepas sebagian tubuhnya buat generasi berikutnya. Menberikan kebahagian kepada sesuatu yang akan menggantikan nya. Semua itu gak mudah kan?" Laki laki di hadapan nya tersenyum. "Satuhal yang perlu lo tau, dandelion itu gak pernah punya arah. Mereka selalu ngikutin arah angin yang nerpa mereka.kalo angin itu ilang? Mereka jatuh tersungkur di tanah."
All Rights Reserved
#17
chessy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • DENNIES
  • DANDELION [SELESAI]
  • FIZYA
  • Dandelion's [COMPLETED]
  • Gadis Dandelion
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • DANDELION [Terbit]✔
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines