DEOLINDA IVA

DEOLINDA IVA

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Deolinda Iva Bagaskara ,nama lengkap gadis manis yang saat ini sedang menangis di atas gundukan tanah itu. Hancur,kecewa,hidup seperti mati itulah yang saat ini dirasakan oleh gadis yang kerap disapa deoli itu, orang yang menjadi alasan dia hidup kini telah pergi selamanya,bagaimana deoli bisa menjalani hidup tanpa kasih sayang seorang ibu? Akankah deoli menjadi wanita hebat seperti mendiang sang ibu? Ataukah sebaliknya ? Finally ,yeayy! Cerita pertamaku, aku sangat membutuhkan support dan masukan dari kalian semua.semoga kalian nyaman dan suka sama cerita aku,aku usahakan untuk up secepatnya yaa guys dannnn pasti aku akan membalas komen kalian di setiap cerita aku. HAPPY READING GUYS!💛
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Matahari
  • LOVE in FRIENDSHIP [Completed]
  • DELORA ✓
  • FOR A KINDER WORLD
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Back For Me (Completed)
  • ALEAGAS [END]
  • Elegi
  • BEFUDDLES (SELESAI)
Matahari

Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu. Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh. Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya? "Itu air buat gue, 'kan?" "Bukan. Ini buat Arvi." "Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu." "Kamu-!" "Gue haus, Aru-haus kasih sayang lo." 23. 08. 2024 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines