HER, The Gift Of...

HER, The Gift Of...

  • WpView
    Reads 983
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2020
WpInfo
Fanfic
BTS
Stray Kids
Jika diibaratkan keluarga Andha seperti sebuah kerajaan tanpa seorang ratu, tidak sempurna. Tapi bagi Andha keluarganya adalah keluarga yang paling sempurna. Sejak lahir hidup bersama ayah dan ketiga kakak laki-lakinya. Memang agak sulit, tidak ada yang mengerti urusan kewanitaan. Tapi itu tidak berpengaruh pada bagaimana cara ayahnya membesarkan seorang putri kecil sendirian hingga beranjak dewasa. Kesempurnaan itu bertahan selama sepuluh tahun, hingga saat enam tahun yang lalu tiba-tiba keluarga itu menjadi cacat saat Auriga, kakak ketiga Andha berubah menjadi dingin dan pendiam. Kehangatan dan kasih sayangnya pada Andha sirna begitu saja. Tatapannya yang tenang, begitu tajam saat Auriga dan Andha berhadapan. Andha remaja beranjak dewasa, kisah cintanya yang unik bersama seorang pria tampan yang menyebalkan yang entah sengaja atau tidak membuatnya terjebak dalam permainan pria itu.
All Rights Reserved
#62
parkjisung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • The Unwritten Rule [21+]
  • UNDERCOVER (Taeyong & Sejeong) ✔✔
  • AMARTA | Na Jaemin [SELESAI]
  • The Gihandaroe's
  • Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
  • [JaexDoxTae Fanfic] - Day Dream (FIN ✅)
  • We Love You Daddy 2 |Nct Dream x Johnny|
  • Renjana [COMPLETED]

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines