Betadine

Betadine

  • WpView
    Reads 2,031
  • WpVote
    Votes 654
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 8, 2020
"Surat untuk mu yang masih ku simpan di dalam kotak rahasia." Ketika mereka bertemu tak saling tanya diam seribu bahasa. Sifat yang misterius itu selalu menjadi pertanyaan. Perasaan mereka seperti aliran ombak, kadang padang kadang surut. Anak laki-laki tampan dengan perhatian yang cukup luas, seperti samudera itu suka menulis surat untuk gadis yang menghantui pikirannya. Gadis itu 2 tahun lamanya dia pergi, hanya meninggalkan jejak-jejak kenangan, entah kembali atau tidak masih dirahasiakan oleh Tuhan. Ia benar-benar introver tak mudah ditebak. Jangan berbicara dengannya, aku takut kamu tambah gila sejadi-jadinya. Apalagi mencoba membuat pertanyaan tentu tak ada jawaban. Mereka tidak pernah menjalin hubungan, hanya saja menanam perasaan. Hingga membuahkan hasil rasa. Rasa yang begitu indah layaknya senja. "Ken, terima kasih pertemuan sengaja ini, kan ku kenang dilubuk hati." "Ken, salam sayang."
All Rights Reserved
#12
strawberry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Arsyilazka
  • GRIZLEN {On Going}
  • Maaf' (Revisi)
  • About feelings   (selesai)
  • Trasmigrasi Queenzee

Alenara selalu merasa seperti tidak benar-benar berasal dari dunia ini. Seperti air yang tak kunjung menyatu dengan arus, atau nyala api kecil yang mencoba bertahan di tengah hujan. Hidupnya dipenuhi tanda tanya tentang siapa dirinya, dari mana asalnya, dan mengapa selalu ada keanehan yang mengikuti langkahnya. Namun, sebuah malam mengubah segalanya. Dalam ketakutan, ia diselamatkan oleh sosok asing yang membawa panas yang membakar dan ketenangan yang menenangkan. Dua hal yang seharusnya bertolak belakang, namun justru terasa akrab. Sejak saat itu, Alenara menyadari ... mungkin ia tak sekadar berbeda. Mungkin ia memang ditakdirkan untuk hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika biasa. *** "Stop crying! You're so noisy that it's giving me a headache." "I'm not crying!" "A crybaby, hm?" "I'm not a crybaby!" "Yes, you are." *** [Series 1] *** This story belongs to the heart that wrote it. © Snowveill 2025. All rights reserved. Do not repost, trace, edit, or use without permission.

More details
WpActionLinkContent Guidelines