Who Am I?

Who Am I?

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 10, 2020
Dapatkah kamu membayangkan sepenuhnya sendirian tanpa ada orang di sekitar kamu untuk membantumu? Tidak ada yang bisa diandalkan, bahkan bukan dirimu sendiri? Apa yang akan kamu lakukan jika seluruh duniamu akan hancur berkeping-keping di depan matamu? Kamu akan menemukan teman baru dan menemukan cinta baru, tetapi apakah kamu akan berhasil menemukan diri kamu lagi? Ada begitu banyak pertanyaan... Namun, matahari akan terbit lagi, tetapi bukannya sinar matahari yang hangat dan suasana hati yang baik. Awan kecurigaan akan menggantung di kepalaku, membuatku takut akan ketidakpastian.
All Rights Reserved
#350
amnesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • My Introvert Girl(On going)
  • Love Wins All
  • JUST BE MINE [END]
  • I Missing You (COMPLETED)
  • Hujan di Hari itu
  • Ketika Yang Hilang Kembali✓
  • The Perfect Boy ✔
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines