Di Ujung Batas

Di Ujung Batas

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 18, 2020
Sebelum baca, follow dulu yah! Semoga suka:) Di ujung batas sana kita bisa melihat sebuah keindahan yang mampu menyejukkan mata dan menenangkan pikiran. Berada di tempat itu akan membuat kita merasakan ketenangan yang luar biasa. Kesyukuran pada yang maha kuasa yang telah menciptakan tempat itu untuk kita makhluk yang juga ciptaannya. Ya, tempat itu adalah pantai dan gunung. Kedua tempat itu memang sangat berbeda, namun keduanya adalah suatu tempat yang paling pas untuk mereka yang sedang memiliki problematika kehidupan dan tempat itu bisa dijadikan tempat untuk kita menepi sejenak dari semua permasalahan yang ada atau hanya untuk menikmati keindahan pada saat munculnya matahari maupun pada saat terbenamnya. Suatu keindahan yang luar biasa bukan? Nikmat mana lagi yang mau kau dustakan para penduduk bumi? Ini kisah dua manusia yang sama-sama penikmat alam, namun dengan tempat dan cara yang berbeda. Mari tambahkan ke perpustakaan mu sekarang! Ini cerita pertama saya, mohon dihargai. Ini real hasil imajinasi saya sendiri! Plagiat menjauh! Terimakasih:)
All Rights Reserved
#317
romace
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Anugrah Azizah
  • Akhir Kisah [SELESAI]
  • J O D O H K U
  • Janji yang Ternoda [Lengkap]
  • Senja Yang Terlukis Di Doamu [ON GOING]
  • SHARAZA (TAMAT)
  • Our Journey To Love
  • SURGA UNTUK SARAH (SELESAI)√
  • Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD]
  • Our Love Story

❤❤ Ini hanya kisah klasik. Kisah perjodohan yang diatur kedua orangtua. Dengan berbagai alasan. Mulai dari ingin menyambung silaturahmi. Ingin memberikan jodoh yang terbaik untuk anaknya. Dan yang paling nusuk di hati adalah, disuruh cari jodoh sendiri gak bisa Anugrah dosen muda yang lari dari masa lalu. Yang telah membuat hatinya hancur seperti debu. Lari dengan surat wasiat ke kota Medan. Yang katanya jodohnya berada di sana. Apakah perjodohan ini akan berakhir di pelaminan atau di tengah jalan? ●»●» Lebih baik pergi bukan? Daripada bertahan, yang membuat hati yang rapuh lalu menjadi abu. Pergi bukan berarti lari. Namun, menjaga hati sendiri itu terkadang perlu. Agar hati yang rapuh ini tidak merasakan rasa pilu selalu. Setelah kepergianku, tanpa membawa rasa di masa lalu. Lalu mencari dan menemukan 'kau' yang katanya tercipta untukku? -Anugrah Prasetyo- 🌱🌱 WALAU CERITANYA SUDAH TAMAT, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😁😁

More details
WpActionLinkContent Guidelines