ELEGI KELUARGA PUAN

ELEGI KELUARGA PUAN

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Stemmen 7
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd maa, mrt. 2, 2020
WpInfo
Fanfic
Stray Kids
Awalnya Lia hanya ingin menghabiskan liburan musim panasnya di Seoul. Bertemu ibunya, mengunjungi hotel tempatnya tumbuh besar, dan melepas rindu dengan beberapa teman di berbagi tempat. Namun, rencananya gagal total. Kepulangannya ke Seoul kali ini merupakan ide buruk yang berakibat sangat fatal. Untuk yang kesekian kalinya setelah sekitar 2 tahun berlalu dari pemaksaan kuliah di jurusan yang sama sekali tak Lia minati, Ibunya, kembali memaksanya untuk melanjutkan pendidikan masternya dengan jurusan yang masih sama : management. Tidak salah memang. Hanya saja ia tidak pernah ingin meneruskan bisnis ibunya sebagai owner hotel. Dia hanya ingin mengambil jalan hidupnya sendiri. Ini hidupnya. Dia berhak mendapatkan kebebasan menentukan langkah apa pun yang dia mau. Keadaan semakin kacau ketika Lia kembali bertemu dengan Mark. Hubungan mereka tidak berhenti di Toronto saja. Ternyata Mark merupakan putra dari rival bisnis ibunya. Lantas bagaimanakah hubungan pertemanan mereka berdua yang semakin kacau?
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • As Possible
  • Butterfly & Angel
  • LOVE WOULD FIND YOU (JODOH DAN CINTA)
  • on your; Book. 1
  • My Boys [Got7&You]
  • Bad Grils (End)
  • Good Daddy
  • Sorry, I love you ✔

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen