Aku Suka Kamu Dan Hujan

Aku Suka Kamu Dan Hujan

  • WpView
    Reads 1,926
  • WpVote
    Votes 723
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2020
Kau mengajarkanku apa itu sebuah tawa Dan kau pula yang mengajarkan ku apa itu sebuah tangis. Kamu baik seperti hujan ^Bimo^ Kamu pendek dan kecil, imut, slalu menenangkan sama seperti hujan. Tuan putri yang slalu memberikan senyum dan kebahagiaan. ^Gilang^ Jika aku harus memilih antara kamu dan dia, aku jelas akan memilihmu. Walaupun kamu sama seperti dia ada kejutan airmata dan sebuah senyuman, itulah kamu. ^Hyra^ Penasaran nggak sih sama cerita imajinasi ku😂 Di baca yuk, aku penulis amatir yang masih perlu belajar. 🙏 Baca yuk di baca Karena membaca jembatan ilmu ya kan? Ya kan? 😂✌ Cover: by @Freedix_lesca
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lovakarta
  • ALL OUR STORY [END] [REVISI]
  • Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir
  • Raina [Completed]
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • MERBABY
  • Rintik Hujan [SELESAI]
  • RALINE (Tamat)
  • The Beginning✔
  • about us and him ✔️
Lovakarta

[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines