[Follow sebelum baca]
Nicholas Titan Pramudya,pemuda tampan idaman setiap wanita, pentolan sekolah,dan juga ketua geng motor Rajawali, orangtuanya yang berpisah membuat Nichol bebas dalam hidupnya,tidak ada seorang pun yang bisa membuat hatinya luluh, sikapnya bertolak belakang,hingga salah satu gadis membuatnya jatuh cinta,cinta pertama,ya seorang Nichol tidak pernah berpacaran,tapi sebelumnya ia pernah dekat dengan salah satu wanita cantik,tapi saat ia akan mengungkapkan perasaannya justru wanita itu meninggalkannya karena sudah mempunyai kekasih,itulah yang membuat Nicho tidak mau pacaran. Ia tidak tau perasaannya saat ini ketika berdekatan dengan gadis itu.
Akan kah gadis itu menerima Nicholas? Atau malah sebaliknya?
Akan kah gadis itu menerima Nicholas yang Bad Boy?
Akan kah gadis itu menerima Nicholas yang notabenenya ketua Rajawali?
"Aku berubah baik karenamu,dan aku berubah jahat juga karenamu" ~Nicholas Titan Pramudya~
Seorang gadis muda berumur 17th bernama Mentari Pratiwi,gadis imut,polos,cantik,baik,bertubuh mungil,pintar,sederhana,dan cerewet. Dibalik kesederhanaan hidupnya,ia adalah anak dari salah satu keluarga yang kaya raya,ia tidak memperlihatkannya karena menurutnya itu adalah harta orangtuanya bukan miliknya sendiri.
"Banggalah pada harta yang kamu cari sendiri, janganlah bangga pada harta orangtuamu,dan janganlah bangga karena namamu" ~Mentari Pratiwi~
Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini.
Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata.
Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'.
Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa.
Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka.
Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya.
Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.