❝Jangan bergerak tanpa hitungan. Di papan ini, yang salah tempat bukan hanya kalah, mereka dihapus. Setiap pion, setiap raja diperhitungkan, dan setiap langkah bisa menjadi jebakan.❞
Masuk ke Infinity Nexus International School adalah satu-satunya jalan bagi Aelverix Gevariel Vexmorne untuk menemukan adiknya yang menghilang tanpa jejak. Namun pencarian itu segera berubah arah. Di balik reputasi sekolah elit dan kecemerlangan akademik, Gevariel menemukan pola murid-murid yang "dipindahkan", arsip yang disunting, dan rahasia kelam yang perlahan menyingkap masa lalu keluarganya sendiri.
Saat sahabatnya ikut lenyap dan namanya mulai dipantau sebagai murid jenius berisiko, Gevariel sadar ia tak lagi sekadar mencari seseorang. Ia sedang berjalan di sistem yang menyingkirkan siapa pun yang tahu terlalu banyak. Pertanyaannya kini bukan hanya di mana adiknya berada, melainkan berapa harga yang harus ia bayar untuk menemukan kebenaran tanpa ikut menghilang bersamanya.
⚠︎ Trigger Warning
Cerita ini menyelami sisi gelap pikiran dan luka yang tumbuh dari masa lalu. Di dalamnya terdapat gambaran tentang kekerasan dalam keluarga, trauma masa kecil, manipulasi psikologis, serta kehilangan orang terdekat yang membekas mendalam. Pembaca juga akan dihadapkan pada tema kontrol, penghapusan identitas, distorsi ingatan, tekanan mental intens, paranoia, dan konsekuensi emosional yang berat khas tragedi.
Kebijaksanaan pembaca sangat dianjurkan. Jika tema-tema tersebut berpotensi mengganggu kondisi emosional Alverian's, pertimbangkan dengan matang sebelum melanjutkan membaca.
Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah.
Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap?
Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya.
Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya.
Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik.
"Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!"
•••
This is my first story, don't plagiaze it!