FLORA.  (Revisi)

FLORA. (Revisi)

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2020
"Dugong bangke!"teriak Flora "Heh babi, mending lo diem suara lo tuh kek tukang jualan timba" ucap dikta "Bodoamat, bekalku kembaliin!" ucap Flora "Ambil kresek sana"ucap dikta. "buat apaan??"tanya flora. "katanya mau bekal lu kembali, ya bentar gue mo muntah" jawab dikta santai. "Hiyek, jorok banget sih" ucap flora bergidik ngeri. "Udahlah, sono lu pergi. gue mau tidur, dan jangan gangu gue" ucap dikta, sambil mendorong-dorong lengan flora untuk pergi. "Bangke, awas aja nanti. Tidur mu ga akan pernah tenang" ucap flora meninggalkan dikta dengan senyum sinis. "Bla bla bla" ucap dikta .
All Rights Reserved
#910
vote
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • sandyakala
  • ice bear kesayangan
  • If I Could TURN BACK Time [Flora - Dicko]
  • After J (Complete)
  • Transmigrasi Riela (End)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • 5 girls || The problem
  • Happiness [End]
  • 24/7-VerDika (BxB)🔞

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

More details
WpActionLinkContent Guidelines