FLORA.  (Revisi)

FLORA. (Revisi)

  • WpView
    Leituras 142
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, abr 30, 2020
"Dugong bangke!"teriak Flora "Heh babi, mending lo diem suara lo tuh kek tukang jualan timba" ucap dikta "Bodoamat, bekalku kembaliin!" ucap Flora "Ambil kresek sana"ucap dikta. "buat apaan??"tanya flora. "katanya mau bekal lu kembali, ya bentar gue mo muntah" jawab dikta santai. "Hiyek, jorok banget sih" ucap flora bergidik ngeri. "Udahlah, sono lu pergi. gue mau tidur, dan jangan gangu gue" ucap dikta, sambil mendorong-dorong lengan flora untuk pergi. "Bangke, awas aja nanti. Tidur mu ga akan pernah tenang" ucap flora meninggalkan dikta dengan senyum sinis. "Bla bla bla" ucap dikta .
Todos os Direitos Reservados
#458
comment
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Pilih Aku Atau Mereka Christy (chrisflo)
  • If I Could TURN BACK Time [Flora - Dicko]
  • After J (Complete)
  • aza
  • 𝐑yuna ━ Alter Ego
  • sorry, flora..
  • ice bear kesayangan
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Transmigrasi Riela (End)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo