Sah! (PROSES TERBIT)

Sah! (PROSES TERBIT)

  • WpView
    Reads 420,132
  • WpVote
    Votes 1,223
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 7, 2024
Rombongan dari keluarga pria mulai meninggalkan kediaman keluarga wanita. Hanya tinggal keluarga inti saja. "Ya sudah Pak, Bu. Kami pamit dulu, semoga lekas jadi besan ya. Hehe. Assalamualaikum." Pria paruh baya yang dari pihak laki-laki pamit undur diri pada tuan rumah. "Iya, hati-hati Pak, Bu. Aamiin. Wa'alaikumussalam." Sambut istri dari tuan rumah. Mereka kembali masuk ke dalam rumah yang baru saja mengadakan lamaran putri bungsu mereka. Wajah sumringah perempuan tadi berubah kecut. Kala melihat putrinya yang mengerucut seperti congor bebek. "Dinda!" Teriak sang Ibu. Dinda POV "Dinda!" Teriakan melengking ibu mengagetkanku yang sedang meratapi nasib. Ibu menghampiriku yang sedang duduk di sofa, berkacak pinggang dan bermuka garang. Sedangkan Bapak menyaksikan adegan bar-bar istrinya sambil tersenyum, tidak ada tanda-tanda mau membela. Apalagi dua Mas menyebalkan itu. Awas saja! "Pokoknya Ibu nggak mau tau, kamu tidak boleh menolak perjodohan ini!" Tekan Ibu padaku. "Nggak mau Bu." Kataku memelas, emohlah aku aja masih pengen kuliah. "Nggak ada penolakan!" Tekan Ibu lagi dan pergi meninggalkanku sendiri dengan sepuluh ribu kumbang madu di kepala. Pusing Mak! Aku belum pengen kawin! Start: 04 Maret 2020 End: .....
All Rights Reserved
#62
bapak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD]
  • Suddenly Marriage
  • perfect house
  • Takdirku Untukmu (END)
  • Lelaki Pilihan (Selesai)
  • Mendadak Nikah [Menikah Dengan Duda] Proses TERBIT
  • ANDINI (SUDAH TERBIT NOVEL CETAKNYA)
  • Kiblat Cinta ✓
  • Unplanned marriage
  • Denial

Asia itu air dan Arhab itu batu. Sekalinya disatukan pasti akan bertubrukan. Menjadi tetangga sekaligus musuh sejak kecil membuat Asia tidak ingin dinikahkan dengan Arhab. Asia sendiri bahkan tidak mampu membayangkan, betapa kacaunya rumah tangga yang akan mereka jalani. Tapi apa daya, kedua keluarga terlalu nekat. Dan yang bisa Asia lakukan pun, hanya menuruti perintah sang Abi. Dari sini, Asia berpikir, sanggupkah dirinya mempertahankan titian penyempurnaan agama yang ia tapaki hingga akhir hidupnya? Apakah dirinya harus bertahan atau pergi meninggalkan? Asia "Sekarang bukan waktunya debat. Kata bunda, kewajiban seorang istri itu menuruti kemauan suami. Kalau lo maunya gitu, ya, sekarang gue turuti." Arhab "Alhamdulillah, sekarang kita lihat, sejauh mana lo bisa layanin gue? Istri idaman!" ⚠⚠Awas Baper⚠⚠ 💐Spiritual---Romance 2020 [KIMFIXYFLY]

More details
WpActionLinkContent Guidelines