Changed

Changed

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 15, 2021
Shaqeena Queeniela, seorang perempuan yang mempunyai penyakit malas yang sudah kronis. Mengerjakan tugas malas, sekolah malas, makan malas, beres beres malas, dan malas malas yang lainnya. Dia seperti tidak mempunyai tujuan hidup. Hidupnya pun tidak teratur. Dia hanya akan melakukan hal yang sederhana dan tidak rumit baginya. Tidur misalnya. Tidak ada yang mampu menyembuhkan kemalasan dia saat ini, ibunya pun sudah tidak mau lagi menyuruh atau pun menegur dia karena kemalasannya itu, ibunya sudah lelah nasihatnya dianggap angin lalu. Yang bisa ibunya lakukan hanya mendoakan anaknya, supaya datang seseorang yang bisa merubah kemalasan anaknya itu.
All Rights Reserved
#210
cuek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naura & Lukanya
  • KESAYANGAN RAKHA
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • My Cool Boyfriend
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • SHILA [END]
  • Pain ✓
  • Karena Kamu Rumahnya
  • friend and future [Iq-nam] (End)

⚠️⚠️⚠️⚠️ PERINGATAN: Cerita ini murni hasil pemikiran pribadi penulis. Jika terdapat kesamaan nama tokoh, alur, tempat, maupun kejadian, hal tersebut murni kebetulan dan di luar kendali penulis. Naura dan Lukanya adalah cerita tentang seorang perempuan yang terlalu lama memeluk lukanya sendirian. Tentang hati yang terbiasa pura-pura kuat, meski diam-diam hancur setiap malam. Naura tumbuh bersama kehilangan, kekecewaan, dan rasa sakit yang perlahan mengubahnya menjadi seseorang yang sulit percaya bahwa dirinya pantas dicintai dengan utuh. Hingga sebuah pertemuan yang awalnya terasa salah mempertemukannya dengan seseorang yang tidak pernah ia duga akan menjadi rumah. Pertemuan yang datang di waktu paling kacau, dengan cara yang tidak baik-baik saja, namun justru membawa mereka saling menemukan bagian diri yang selama ini hilang. Ia hadir bukan untuk menghapus luka Naura, melainkan menemani setiap proses sembuhnya. Memahami semua sisi rumit yang bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tetap tinggal ketika dunia memilih pergi. Dan untuk pertama kalinya, Naura belajar bahwa dicintai tidak selalu harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Karena terkadang, orang yang tepat datang bukan dengan cara yang indah. Namun hadir di saat paling hancur, lalu perlahan mengajarkan bahwa luka juga pantas dipeluk, bukan disembunyikan sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines