Who Are You?

Who Are You?

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 6, 2020
Aku tidak mengenal Nessa yang dulu, tapi yang aku tau aku adalah Nessa yang terbangun sejak kecelakaan itu. Sahabat? pacar? keluarga? Aku tidak mengenal mereka semua. Via mengatakan bahwa aku gadis yang kuat, tapi dia ternyata tidak cukup mengenal diriku. Kafka, laki-laki yang kupikir bisa memeluk dan menenangkanku, laki-laki yang terlihat nyaris sempurna di mata semua orang, ternyata bermain licik di belakangku. Bahkan mereka yang berjalinan darah denganku justru menyuruhku pergi dan kembali dengan sosok Nessa yang dulu. Entah aku yang berubah, atau memang mereka yang berdusta. Apa Nessa yang dulu menjalani hidup dengan kebohongan seperti ini? Terlalu banyak pertanyaan di kepalaku, dan itu membuatku nyaris gila. Tapi ada satu, satu pertanyaan yang membuatku tersenyum setiap aku mengingatnya. Satu-satunya cahaya di tengah gelapnya orang-orang yang berusaha mengusirku. Laki-laki itu, laki-laki hujan dengan tatapan mata paling dingin yang pernah aku lihat. Dia adalah alasanku dalam bertahan, Karena dia aku ingin tetap hidup dan bernafas. Gavin. Siapa sebenarnya laki-laki itu?
All Rights Reserved
#81
nessa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • Gefahrlich [Selesai]
  • RAQUEENZA
  • Suara yang Terkunci
  • Our September Moments (Complete)
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • GREENSTA [END]
  •  CLARLEX
  • Chronophile [END]

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines