YANG TAK TERDENGAR

YANG TAK TERDENGAR

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah kisah yang tak kau dengar. Bagaimana jika kamu mengetahui bahwa ada orang-orang yang mampu membaca pikiranmu? Bahkan cerita tersembunyi sekalipun, yang tak pernah diceritakannya kepada siapapun, bisa dengan mudahnya dibaca oleh mereka TANPA LANGSUNG MENDENGAR suaranya, yang bisa dilihat TANPA MELALUI MATA. . . FYI: (Kisah yang tak terdengar.. Sebuah kisah yang sebelumnya mungkin belum pernah terdengar, yang sulit untuk diceritakan, karena tak semua orang mengerti dan mengalami. Mungkin mereka mengira semua ini adalah fiksi, namun hampir separuh lebih kisah dalam cerita ini diambil dari pengalaman pribadi dan kisah dari beberapa sahabat Author. Cerita ini ditulis untuk mengungkapkan beberapa cerita pribadi author dan para sahabat yang mungkin sulit untuk diceritakan secara langsung kepada orang lain, maka dengan cerita ini, kami bisa menyampaikan banyak hal yang mungkin belum mereka dengar dan ingin sekali author dan para sahabat ceritakan. )
All Rights Reserved
#51
reallife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Cerita Tentang Kita
  • Angsana Berbunga Untuk NATUSHA
  • Strong Girl Michella (END)
  • Gopaniya
  • However, We Are Together ✓
  • 04:Love Struggle✔
  • LANGIT DI BALIK JENDELA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • The Unseen

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines