AVANKA
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 5, 2020
saya masih amatiran dalam membuat cerita,jika anda tidak suka silahkan menjauh. Ayahku adalah penyemangatku setelah ibu. Aku hidup bersama ayahku berdua,dikarenakan ibuku telah meninggal di waktu aku kecil "DOR!" peluru dari pistol itu tepat mengenai ayahku. "A-a yah,hikss,bertahanlah untukku karena kau adalah separuh dari jiwaku" "Te na ng lah dan ber doa sa ja nak,a ku aa"ucap ayahku sambil terbata-bata karena menahan sakit yang luar biasa. "AYAH!" Jangan pergi dari hidupku tetaplah bersamaku karna kau adalah penyemangatku.-avanka Tenanglah nak,jika aku pergi di kemudian hari,janganlah menyalahkan diri sendiri,karena semua orang itu akan mati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT {NEW VERSION}
  • [EXO ff] Dady Saranghae
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • ngger adalah vandyku
  • Sincerity
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Mendadak jadi Suami.
  • Crazy!? (ff Bts) (suga Cast)
  • Full Of Scratches
  • Past life Casper

"Orang tua? Apa mereka bisa disebut orang tua setelah menyuruh orang untuk membunuh anak sendiri?" "Jangan asal menilai, yang terlihat belum tentu sebenarnya. Gak ada orang tua yang tega nyakitin anaknya sendiri." "Lo masih ngomong gitu setelah melihat banyaknya berita Ayah melecehkan anak sendiri? Oh ayolah, ini dunia, tempatnya semua kejahatan berasal." *** "Lo tau? Musuh sebenarnya ada di dekat lo, bahkan bisa sangat dekat." "Apa maksud lo ngomong gitu?" "Jangan mudah percaya, air yang biasa lo minum buat melepas haus, bisa aja membunuh karena mengandung racun."

More details
WpActionLinkContent Guidelines