We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
unknown??¿

unknown??¿

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 19, 2020
WpInfo
Fiction
Horror
> Chapter Story < > Seorang remaja yang tertidur di sebuah hutan saat malam hari dengan cahaya yang sangat sedikit, remaja itu terbangun di sebuah ruangan kecil yang cukup gelap dan dengan lampu yang redup serta dengan keadaan kedua tangan dan kakinya terikat di sebuah kursi kayu. Remaja itu diminta menjadi anak buah untuk membunuh beberapa target yang telah ditentukan oleh seorang lelaki misterius yang tidak jelas wujudnya. > Enjoy <
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lightshadow
  • The Dark Side(END)
  • 7 Hari Mendengar Suaramu (COMPLETED)
  • Grace (tidak) Ingin Pulang
  • Tiger Man
  • Dia yang tidak pernah menoleh
  • A Manta Plum
  • Cermin Ke Dunia Aetheria

{PLAGIAT DILARANG MENDEKAT} Cerita ini murni hasil dari pemikiran dan ide author. Warning typo bertebaran!! . . . Di kekaisaran Melatonandia, ada sebuah legenda tentang Hutan Kabut dimana terdapat sebuah pohon besar yang tumbuh subur didalamnya. Konon siapa saja yang berhasil menemukan pohon tersebut maka seluruh keinginannya akan terkabul, dan jika tidak mereka tidak akan bisa kembali. "Pohon apa yang dimaksud itu?" "Tidak ada yang mengetahuinya." "Mengapa? Bukankah seharusnya ada seseorang yang berhasil keluar dari sana?" "Hanya satu orang yang berhasil lolos dari tempat tersebut, Yang mulia kaisar. Tetapi beliau menolak untuk mengatakan apapun yang berkaitan dengan hutan tersebut." Sienna Blair yang merasa putus asa mulai berharap dengan keajaiban yang akan datang padanya. Namun bukannya menunggu, dia dengan berani mulai pergi ke tempat terkutuk itu untuk meminta sebuah permohonan. "Semuanya keliru, tidak ada yang salah dengan hutan ini!" "Padahal baru kemarin kau memohon dengan sungguh-sungguh padaku." "Aku tidak sudi meminta pertolongan pada iblis terkutuk sepertimu!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines