Sterk Kona
  • WpView
    Reads 303
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Saat itu. Perempuan hebat bermental baja yang berusaha hidup dalam kerasanya dunia melangkah dan terus melangkah segala halangan rintangan dia terjang tak perduli seberapa kencang angin badaii dia yang selalu sabar dalam segala keadaan dan selalu bersyukur atas apa yang terjadi yang tak pernah mengeluh dan tak pernah menunjukkan segala kesedihan selalu tersenyum dan tertawa lepas dalam setiap keadaan. Hidup dalam suatu keterpurukan dan Larut larut merenungi kesedihannya itu, Namun iya sangat pantang menyerah dalam menghadapi segala ujian-ujian yang iya hadapi itu. Karna iya percaya bahwa Allah tidak memberikan ujian kepada hambanya yang melebihi kemampuannya. Iya lahir dari keluarga yang telah hancur.
All Rights Reserved
#3
stronggril
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • Naura & Lukanya
  • Suaraku Mati di Udara
  • HANYA AKU DAN KAMU
  • LUKA
  • LENGKARA
  • RAPUH
  • SENJA
  • TRAUMA
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines