My life

My life

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2020
Sebagian orang menganggap hidupku sempurna. Mempunyai keluarga lengkap, dan hidup berkecukupan. Aku memang mempunyai keluarga lengkap, tapi mengapa rasanya aku seperti bukan bagian dari keluargaku. Aku sering dibedakan dengan kakakku, dulu saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar, aku iri dengan kakakku. Tapi seiring berjalannya waktu aku mulai sadar bahwa aku tak seberuntung kakakku. Dan berfikir mengapa aku harus iri? Karena memang benar aku kalah jauh oleh kakak ku. Kakakku adalah gadis cantik dan pintar. Disekolah pun dia begitu disukai oleh semua orang. Kehidupannya sangat indah, tapi mengapa aku tidak? Dia begitu dimanja oleh ibu, tapi mengapa aku tak boleh merasakannya juga? Aku juga anak ibuku tapi mengapa aku dibedakan? Dulu ketika ayah masih hidup kelurga kami baik-baik saja. Tapi, mengapa saat ayah sudah meninggal mereka berdua berubah, menjadi membenciku dan menolak kehadiranku? -semoga suka:)
All Rights Reserved
#408
scholl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Happiness [SELESAI] ✔
  • Alisa's Story
  • Memories in Moon
  • Devon [END]
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • SYAKIRA how are you?
  • Bitter Scar
  • Secarik Luka [Complete]
  • Let Me Love You Longer

Lo itu makhluk terindah yang pernah gue temui. Lo makhluk terkuat di hidup gue. Tapi, lo juga makhluk terapuh. Jangan pernah menyerah. Gue ada untuk lo. [14 Januari 2018-25 Oktober 2018] Cover yang begitu indah ini dibuat oleh @Jyunjun INI CERITA GAY. MOHON JANGAN BERTANYA LAGI DI KOLOM KOMENTAR INI GAY APA BUKAN. BUDAYAKAN MELIHAT TAG DAN MEMBACA DESKRIPSI CERITA. TERIMA KASIH. WARNING! Cerita ini mengandung topik sensitif berupa depression, self-harm, suicide, child abuse, prostitution, dll. Jika kalian merasa keberatan, atau tidak sanggup serta tidak senang akan topik-topik ini, harap jangan memaksakan diri untuk membaca. Segera tinggalkan cerita ini. Saya mengharapkan kebijaksanaan teman-teman sekalian. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines