Diphalaktik

Diphalaktik

  • WpView
    Reads 937
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2020
Dipha sangat menyukai Kimia. Karena ia adalah juaranya. Sedangkan bagi Bila, Kimia adalah masalah terbesarnya. Bila tidak suka mencari bilangan oksidasi dari suatu atom, ion, dan senyawa. Apalagi jika disuruh menyetarakan reaksi redoks Bila akan segera angkat tangan dan mengatakan tidak bisa. Tapi saat ditanya perasaanya terhadap Dipha, Bila bersemangat dan tersenyum menjawab,"Kamu pasti tahu kalau atom itu merupakan bagian dari materi yang tidak dapat dibagi lagi. Dan itu sama persis perasaanku kepadamu, tidak dapat dibagi lagi." Selamat datang di cerita fiksi remaja yang ringan dan senyum yang akan selalu mengembang. Temukan rasa penasaranmu di setiap bab dalam cerita ini.
All Rights Reserved
#1
senyawa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • ADEUS
  • ZELINARKA
  • 𝐓𝐞𝐞𝐧𝐟𝐢𝐜 ❝Chemistry❞
  • GAGAL ROMANTIS [TAMAT]
  • SATRIA (Completed)
  • Blackcurrant ✔
  • AIDIT
  • Ketua Osis Vs Kapten Basket
  • RAISEN

Dua insan yang tidak pernah akur, selalu terjadi percekcokan antara mereka berdua. Hingga tidak sadar mereka menjadi dekat, dan Alam menguak sesuatu dari Ghea yang baru dia ketahui. Gadis itu...gadis keras kepala, nakal, tapi suatu waktu dia bisa melihat sisi lain gadis itu yang lemah. Satu fakta yang baru dia ketahui, dia bahkan mengenalnya sudah lama... "Cepet buka mulut lo! " pinta Alam. "Gak," "Cepet, lo keras kepala ya?!" ujar Alam dengan menekankan ucapannya. "Iya-iya," Alam menyuapinya bubur itu ke mulut Ghea tanpa perasaan, hingga membuat Ghea tidak bisa bernafas karena tersedak. Uhukk...uhukk... Dengan cepat Alam mengambil botol minumnya dari tas karena muka Ghea sudah merah, lalu diberikan ke Ghea dan tanpa berfikir ia langsung minum. "Minum-minum," 1 menit kemudian... "Lo gila ya? Lo mau bunuh gue? Gak gini caranya!" ketus Ghea sesekali batuk. "Hehehe...sorry, kalo bunuh lo gue belum ada niatan," balas Alam santai. Happy Reading

More details
WpActionLinkContent Guidelines