"Lo tau, gue gasuka lo deketan sama cowok lain, apalagi saling suka" -Adrian
.....
"Eh, gue tanya sama lo, lo bilang gasuka sama gue tapi tiap gue deketan sama anak cowok lo marah. Mau lo apa sih, hah!?" -Keisya
.....
Keisya Febriana, siswi kelas XI IPS yang selalu jadi langganan BK karena sifat bar- barnya. Sering dipanggil 'Kekeyi' karena nama akrabnya, eits gitu-gitu nilainya selalu bagus. Sering ngehalu jika seadainya saat dia sukses dia bisa menghasilkan duit tanpa harus kerja tangan hanya dengan rebahan. Namun, harapannya pupus semenjak ibu-nya yang selama ini mendukungnya meninggal dunia akibat kanker saraf, dan juga ayahnya yang jarang pulang ke rumah dan sering menyiksa Keisya, baik fisik maupun batin. Keisya juga sebenarnya butuh perhatian dan kasih sayang dari orang-orang yang ia sayangi dibalik sifat nakalnya.
.....
Christopher Adrian Prasetya, cowok rajin, taat peraturan, dingin, agak jutek, simple banget orangnya, dan jago main basket. Siswa teladan yang selalu mendapat ranking 1 baik kelas maupun pararel, Adrian selalu menjadi pusat perhatian para ciwi-ciwi di sekolahan atau di luar sekolah karena ketampanannya dan auranya yang dewasa, pertama kali bertemu Keisya, dia awalnya berpikir bahwa Keisya sulit diatur karena kepala batunya, namun lama-kelamaan Adrian semakin terpesona dan jatuh cinta padanya.
.....
Namun disetiap hati yang kerja keras , terkadang harus melewati beban-beban di kehidupan nyata, ini juga membuat mereka memahami agar tidak terlalu memandang ekspentasi yang perih. Mampukah mereka akan terus bersama-sama berjuang mendapatkan hak masing-masing atau berakhir di situ saja? Akankah Keisya mulai luluh dengan sikap dan perhatiannya Adrian, atau... Akankah Adrian mulai kecewa dengan sikap Keisya?
Gue nggak pernah nyangka hidup gue bisa berubah drastis cuma dalam tiga hari. Dulu gue Aria yang gemuk, pemalu, dan lebih sering ngumpet di balik punggung Alice atau Tessa kalau ada cowok ganteng lewat. Tapi sekarang? Semua mata ngelirik ke arah gue setiap gue jalan di koridor sekolah. Padahal gue nggak pernah minta buat jadi pusat perhatian. Gue cuma... kehilangan berat badan karena sedih nonton film BL favorit gue. Kedengarannya konyol, ya? Tapi kenyataannya, tangisan dua hari lebih itu ngubah seluruh penampilan gue. Dan parahnya, sekarang mama sama abang gue aja sempat nggak ngenalin gue.
Yang lebih aneh lagi, cowok-cowok yang dulu cuek sekarang mulai mendekat. Chris, cowok basket yang dulu ngelempar bola ke kepala gue, sekarang malah ngajak kenalan. Melker, yang biasanya dingin kayak kulkas dua pintu, tiba-tiba jadi perhatian dan mau ngobrol. Dan Adrian... dia kayak punya radar khusus buat bikin gue salah tingkah setiap detik. Bahkan candaannya yang ngeselin aja bisa bikin jantung gue deg-degan. Gue bingung harus senang atau takut. Karena gue masih Aria yang sama di dalam, cuma dunia di luar yang kelihatannya mulai berubah.