Cinta Beda Agama [Tahap Revisi]

Cinta Beda Agama [Tahap Revisi]

  • WpView
    Reads 61,863
  • WpVote
    Votes 2,635
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 12, 2024
".... kita tidak bisa bersama, kita berbeda. Aku, kamu dan iman kita, di satu sisi ada tasbih di tangan ku, dan di sisi lain ada salib di leher mu. Tempat ibadah kita pun berbeda, kau pasti tau akan hal itu" ---- Ini adalah cerita pertama, kalau banyak kesalahan tolong dimaklumi karena saya juga masih belajar, tolong koreksi agar saya bisa memperbaikinya. Typo bertebaran... Maaf jika ada kesamaan tokoh atau yang lainnya, semua itu karena unsur ketidaksengajaan Baca dulu aja yah:) Semoga ceritanya dapat menghibur para pembaca
All Rights Reserved
#515
mualaf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Beauty With The Qur'an [ON GOING]
  • satu Hati Beda Agama
  • Di Antara Keyakinan
  • ASSALAM'MUALAIKUM MY S(e)OUL. WA'ALAIKUMSALAM, SARANGE
  • AKU , KAMU & RENCANA SEMESTA
  • Belantara Jiwa (END)
  • RAYYA & REVAL (completed)

"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines