Cuplikan Hidup

Cuplikan Hidup

  • WpView
    Reads 276
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 30, 2024
WpInfo
Poetry
Ketika hidup membawamu pada lika likunya, aku harap kamu tidak melewatinya sendirian. Bagaimana jika rumah itu tidak menjadi tempat teraman bagimu? Justru tempat dengan segala kesakitan dan ramai ketidaknyamanan yang akhirnya kamu dibuat terbiasa dengannya. Tenang. Ini bukan tempat kita, tahan saja dulu, ya. Nanti kita pulang. Ke tempat seharusnya kita "pulang". -AIM
All Rights Reserved
#12
alinea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BINA
  • Hopeless
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • KONSEKUENSI HATI
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • SERPIHAN HATI [SUDAH TERBIT]
  • Diam
  • Jatuh Cinta itu Luka
BINA

(END) "Aku menggadaikan semua bahagiaku dengan taruhan derita seumur hidup. Apa itu belum cukup hingga kalian ingin menambah derita itu dengan kembali mengulang kesalahan kalian dulu?" Di saat aku hanya diam tak bersuara, mereka mengira aku bahagia. Mereka tidak tau jika sebenarnya aku menyimpan jutaan luka yang semakin hari terus bertambah seiring bertambahnya usia hanya untuk kebahagiaan mereka. Aku terima, semuanya. Tetapi jiwaku mulai memberontak kala mereka ingin mengulangi kesalahan yang pernah mereka lakukan padaku. Aku tidak bisa. Aku tidak ingin. Aku tidak akan hidup seperti itu dan berakhir seperti mereka. Start 05-09-2019 End 25-04-2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines