Giyanti
  • WpView
    Membaca 15
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 16, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Namaku Giyanti, perempuan yang lahir di antara semilir angin sawah dan suara bocah-bocah yang bermain di pematangnya menanti senja. Temanku adalah pagi dan pelipurku adalah malam-malam sunyi. Sampai tumbuh dewasa, aku hanya mengenal satu cinta, dari seorang lelaki muda yang menawarkan kata setia. Tapi ternyata, ia pergi lebih cepat, meninggalkan sekelumit duka mendalam, dan aku bergeming. Terus berkutat dengan nasib, melalui hari-hari sepi yang mengebiri. Sampai pada akhirnya, cinta baru menyapaku, seperti hujan yang menyapa pepohonan di tengah kegersangan, menawarkan senyum yang telah lama lari dari hidupku...ialah matahariku, yang gagah menyinari setiap sudut hati yang beku. Padanya, kusemaikan harapan dan kulabuhkan cinta yang telah lama mengendap di relung hati.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • My Sugar Duda (END)
  • Agony
  • [COMPLETED] 7 Days
  • Snowy Miracle (✔) [PROSES PENERBITAN]
  • Our Journey To Love
  • About That Night
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Me and My World

Ratusan Hari Mencari Hati (completed) ----------------------------------------------------------- "Kamu ngapain masih di situ?" "Aku-" "Kamu gak perlu nunggu aku makan. Kalau udah habis, pergi aja," potongku tanpa merasa perlu mendengar jawabannya. "Pergi ke mana?" Aku merasa itu sungguh merupakan pertanyaan yang bodoh. "Ya, terserah. Ke taman kek, ke kamar kek, musala-" "Aku harus pergi ke mana?" ulangnya, kali ini dengan setitik getar dalam suaranya. "Maksud kamu apa, sih?" "Tadi Mas Langit tanya kenapa aku masih di sini? Aku terus diperlakukan kayak gini supaya pergi, kan? Nah, sekarang pertanyaannya, aku harus pergi ke mana?" Tidak salah lagi. Kedua mata wanita itu terlihat digenangi bulir bening. *** Langit dan Atsilla menikah secara terpaksa karena sebuah hubungan satu malam. Selama enam bulan menikah, Langit menganggap sang istri sebagai sebuah beban, bahkan tidak pernah menganggap kehadirannya. Saat lingkaran waktu mempermainkannya, akankah Langit menyadari ketulusan Atsilla yang selalu di sampingnya? Ini bukanlah sebuah kisah cinta biasa, melainkan juga kisah yang akan memberi pembacanya sejuta makna. Ratusan Hari Mencari Hati dibuat dengan penuh perasaan dan tak jarang ada air mata ikut serta :' Aku harap kalian yang kelak membaca kisah ini sampai selesai juga akan merasakan hal yang sama dan dapat memetik pelajaran berharga dari cerita cinta Langit dan Atsilla. Selamat menikmati 😊

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan