Sahabat jadi cinta

Sahabat jadi cinta

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 8, 2020
Cover by @vee_corvield Awal mulanya sahabat dari kecil tapi mereka berpisah sejak beranjak ke fase remaja. Singkat cerita, gadis dengan paras cantik memasuki ruangan kelas dan tiba-tiba wali kelas datang " Anak-anak kita kedatangan siswa baru" Ada salah satu siswa bernama Tika bertanya dan termasuk sahabat Rina. "Bu siswanya cowok apa cewek?" Bu santi menjawab "Siswanya cowok." Semua kelas menjadi heboh "waa beneran bu?" Bu Santi gk menjawab lagi dan akhirnya siswa baru itu masuk kelas, semua kelas yang tadinya heboh menjadi hening. Meskipus siswa baru tersebut memiliki wajah yang tampan, seksi, tinggi, kaya orang-orang korea gitu dehh. Tapi, Rina yang duduk di meja paling depan tidak merespon sama sekali, ia lebih memilih fokus pada buku-bukunya karena orangnya emang cuek apalagi klau siswanya cowok, dan dia juga termasuk siswa terpintar di dalam kelas.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY ADORABLE NEIGHBOR
  • DAKSA [END]
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • An Older Sister
  • 41 HARI
  • Misi Kalisa (End)
  • Sweet Combat
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]

Apa jadinya jika ruang gelap yang dingin dihadapi oleh benda berkilau yang hangat? pasti menakjubkan. Gadis kecil yang awalnya ogah-ogahan pindah rumah sampai tantrum berkali-kali tetapi berubah pikiran dalam waktu beberapa hari. Lira kecil menemukan hal menarik yang membuat dirinya ingin menetap, alasannya Narendra Ezra Putra. Bocah laki-laki sebrang rumahnya yang tidak pandai bersosialisai namun sangat menawan, Lira sampai jatuh hati loh. Beranjak dewasa tidak banyak mengubah sikap Aren, tetapi hubungan dan ikatan mereka tidak bisa disepelekan. Seperti saat di sekolah menengah atas. "Lira Lira!" seorang pria dengan wajah memar dan baju kusut berjongkok dihadapan Lira yang sedang berpangku tangan, dia menatap heran. "Si Narendra itu monster, engga pandai berteman dan sekarang mau jadi preman." Nada adu domba yang pekat. Lira tersenyum lebar, matanya membentuk bulan sabit, "Benarkah?" kepalanya menoleh ke arah pintu kelas, dia menghampiri laki-laki yang berdiri tegak ditengah pintu, lalu "Hebat! Aren mulai berubah perlahan." Matanya berbinar sambil mengusap rambut Aren bangga. Satu kelas ternganga, adegan macam apa ini? Orang adu jotos malah diapresiasi, arena tinju, kah? Lira mungkin lahir dengan segudang dukungan dan cinta kasih di sekelilingnya, dia tidak akan redup hanya karena satu orang meninggalkannya. Namun, Narendra bisa kehilangan cahayanya jika Lira tidak lagi memedulikannya. 22 Januari 2025💐 Cover by pinterest Edit by canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines