The Last Of Us - Chapter 2 [COMPLETED]

The Last Of Us - Chapter 2 [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Mar 16, 20213h 2m
Ryan yang memutuskan untuk melakukan perjalanan sendiri tanpa teman-temannya. Ia memiliki tujuan sendiri yaitu mencari orang tuanya dan orang tua teman-temannya yang lain, yang pergi ke pemerintahan, dan jugadia memutuskan untuk hidup sendiri di rumahnya dengan segala persediaan yang terbatas. "Maafin gue teman-teman,". Kalimat yang hanya bisa diucapkan oleh dia saat pertama kali pergi meninggalkan teman-temannya yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Saat dia terbangun dari tidur, Ryan selalu teringat oleh kata-kata Mira sebelum gue meninggalkan dia dan yang lainnya, "Lu gak akan pernah sendiri Yan, gue dan yang lain selalu ada buat lu,". Kalimat tersebut yang membuat air mata mengalir membasahi pipinya di pagi ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUBAR JALAN
  • The Last Of Us - Chapter 1 [COMPLETED]
  • Roboheart: Awakening Humanity [END]
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • JAM PASIR
  • Tania
  • Sepenggal Kisah Milik Samantha (SELESAI)
  • Bumi

Seminggu..setelah kau pergi..teman silih berganti menghibur..ku, ku dengar dirimu...tak sendiri lagi..iiii. Tuh kan kalian bacanya sambil nyanyi dengan suara khas vokalis kamar mandi (hahaha). oke oke gue nggak lagi nyindir kualitas vokal kalian kok, tapi gue mau ngasih tau aja kadang sebuah lirik bisa mewakili isi hati lho. Yap betul gue memang lagi mencoba untuk move dan on dari genangan masa lalu gue (eh kenangan maksudnya. Gue pernah hijrah ke luar daerah cuman untuk melupakan mantan tapi mau seberapa lama gue pindah tetap saja kenangan akan selalu terbawa karena yang gue lakuin cuman fokus pada cara untuk melupakanya tapi gue lupa untuk mengingat hal apa yang harus gue lupain itu. Di lain sisi gue yakin kok apapun yang terjadi dan gue alami pasti ada maksud dan hikmah yang bisa gue ambil. Heri sahabat sejati gue dari kecil membuat gue mempunyai pandangan lain dalam menyikapi trauma, hal yang sederhana sebenarnya untuk sembuh dari luka yaitu cukup dengan bersahabat dan memaafkan semuanya. Oh ya satu orang lagi yan gue anggep juga berperan dalam perubahan gue, dia adalah Tiara perempuan yang gue kenal di dalam kereta dan lama setelah itu nggak berjumpa malah mengenalkan gue pada sebuah teori kehidupan

More details
WpActionLinkContent Guidelines