TUSUK KONDE MALAPETAKA

TUSUK KONDE MALAPETAKA

  • WpView
    Reads 460
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 24, 2020
Kematian dan kematian terus berjalan mengambil jiwa seseorang yg kuncintai, itu semua salahku seharusnya itu semua tidak terjadi, tapi itu semua telah terlambat, kini aku hanya bisa terdiam dan menangis karena kepergian mereka. Jiwa yg tidak tenang akan kembali ke dunia ini untuk menyelesaikan masalahnya yg belum selesai dan jikala sudah selesai mereka akan kembali ke dunia ya. Sebenarnya kita berdekatan dengan dunia mereka ,tapi kita dihalangi dengan tembok yg kuat , tapi tembok itu pecah karena ulah kita dan itu semua mengakibatkan mereka masuk ke dunia kita.....
All Rights Reserved
#129
kebersamaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Iyrin : Di Balik Sayap dan Bisikan (HIATUS)
  • Time For Opportunity
  • THE VAMPIRE OF NCT DREAM [Slow Update]
  • BACKBURNER
  • Perjodohan (FreShan)
  • HANYA INGIN KAMU
  • Menanti Kata Cinta
  • ONDAH FAMILY
  • Keluarga Kecil Katanya [END]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines