Jangan datang seperti pelangi

Jangan datang seperti pelangi

  • WpView
    LETTURE 298
  • WpVote
    Voti 36
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, mar 9, 2020
Mungkin kamu ditakdirkan untuk sementara untukku, hanya sementara. Akan tetapi, persinggahanmu yang hanya sementara itu membuatku sangat terluka. Bagaimana mana aku tidak terluka jika sebuah bait manis yang keluar dari mulutmu itu sangatlah membuatku percaya, kalau dirimu sungguh-sungguh mencintaiku. Sudahlah aku sudah tidak mengharapkanmu lagi. Kau adalah seseorang yang mungkin bisa dikata egois. Tidak bisa mengerti perasaan seseorang. Cukup, aku tidak membutuhkan keindahanmu lagi. Kamu sudah menghilang dari sisiku. Aku sudah tahu siapa yang harus diperjuangkan.
Tutti i diritti riservati
#248
budaya
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Cinta Berbalut Puisi
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Untuk, Abadi | Completed ✔
  • Putralisha~
  • Stain
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]
  • One Night Stand
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • MY WIFE IS MODEL
  • N O R A [on going]

Kisah ini hanya fiksi berdasarkan imajinasi sang penulis menceritakan tentang kisah cinta seorang anak SMA yang introvert dan tak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya terhadap sang pujaan hati , kisah ini bermula ketika ia mulai membuat puisi dan mempostingnya di sosial media, ia pun selalu mencurahkan isi hatinya dalam bentuk puisi dan kemudian memposting puisi buatannya, awalnya ia hanya berniat untuk memposting satu puisi namun diantara puluhan like di akun sosial medianya ternyata gadis yang ia sukai membaca puisi tersebut , akhirnya ia memutuskan untuk setidaknya memposting satu puisi setiap minggu, ia berharap suatu saat sang gadis menyadari pesan dari nya. Nothing Bintang lima di titik koordinatnya Saling terpisah jauh jarak mereka Tiada keinginan akan itu semua Namun itulah sejatinya hidup tercipta Demi keindahan kasih dan saling menjaga Ikutilah arah mata angin tuk temui mereka Dan banyak usaha kau butuh mencapainya Sebab mereka tidaklah diam menunggu disana Mereka juga berjalan menikmati masanya Kapankah mereka bisa bertemu di suatu beranda Mungkin juga itu takkan pernah bisa Entahlah, siapa yang kan beri petunjuknya Bulan pun takkan berikan jawabannya Hanya diam dan terus memperhatikan kita Sejauh perjalanan yang penuh luka Apa sebenarnya kisah yang kau bawa? Sekuat tenaga kau berkorban dan berusaha Maukah kau tunjukkan sebuah rahasia? Silih berganti antara bulan dan surya Hanya semakin memperbesar lubang di dada Sanggupkah hati dan jiwa menahannya? Kini waktumu telah di ujung senja Kau hela nafas seolah lega Apakah itu kan tetap jadi rahasia? Bahkan kau tetap kukuh menyimpannya Meski terhina dimata mereka Ataukah itu sudah bukan lagi rahasia? Semua bertanya ada apa? Semua ingin tahu mengapa? Bagaimana kan kau sikapi itu semua? Semua pun terkesima pada akhirnya Sebab jawab mu "TAK ADA APA APA".

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti