MEMORIES NEVER DIE [TAMAT]

MEMORIES NEVER DIE [TAMAT]

  • WpView
    Reads 6,113
  • WpVote
    Votes 590
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Meskipun menyukai kesendirian Wulan tidak bisa berbohong bahwa ia kesepian, dia juga belum bisa mencintai dirinya sendiri. Ia berharap seseorang bersedia mengajarinya cara mencintai diri sendiri dan menemani kesendiriannya tanpa rasa saling mencintai. cover ilustration by Pinterest
All Rights Reserved
#4
antisosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • ANTARES
  • Possessive vs Bad Girl [COMPLETED] ✔
  • Difficult Choice ✔
  • GERHANA [SUDAH TERBIT]
  • MY BABY BOYFIE [END]
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Kapasitas Semesta
  • Mencintaimu Diam Diam [ON MY OWN]

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines