Zifa

Zifa

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku ingin kita seperti Lebah dan bunga, diciptakan untuk saling menguntungkan tanpa ingin merugikan." Brian mengatakan kalimat indah dengan pandangan mata tetap pada bunga yang bergoyang karena sentuhan angin dan juga lebah yang terbang dengan sayapnya. Dilain sisi Zifa tertegun mendengar kalimat yang keluar dari mulut Brian. Terdengar menggelikan di telinga namun tidak bisa dipungkiri hari ini Brian benar benar membuatnya bahagia seakan terbang bersama awan awan yang kini melindungi kulitnya dari sengatan sinar matahari.
All Rights Reserved
#254
brian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Hyacinth
  •  HAZELA
  • Amanda (Rindu Untuk Revan)
  • Untukmu Raveena
  • RAFIRA
  • 365 Lembar [END]
  • Become Baby Boy✓
  • The Little Troublemaker
  • AZELLO [END]

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

More details
WpActionLinkContent Guidelines