Sahabat Sesurga (TAMAT)

Sahabat Sesurga (TAMAT)

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 8, 2020
Menceritakan dua perempuan yang berbeda keyakinan namun tetap kompak dalam urusan pertemanan. Dipertemukan dalam ruang kelas jurusan ilmu komunikasi di salah satu perguruan tinggi dan hingga pada akhirnya harus berpisah lantaran salah satu dari mereka mengikuti jejak orang tuanya. Pertemuan keduapun berlangsung kurang lebih 3 tahun kemudian, dan siapa sangka ini adalah pertemuan terakhir bagi mereka. Bagaimana kisah selanjutnya? Lanjutkan Baca!
All Rights Reserved
#58
toleransi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [TAMAT] Hujan Dua Arah: The Rain Goes Two
  • Jodohku Sahabat Kecilku
  • kita yang berbeda
  • Diantara Ashar dan Maghrib (Tamat)
  • RAJUT RASA [SEGERA TERBIT]
  • Dua Ufuk Terpisah
  • Kita yang Beda
  • Don't Go (TAMAT)
  • Romantic Weird Couple(Selesai)

Cerita tentang insan-insan yang berasal dari tempat yang berbeda kemudian bertemu di satu tempat. Berkenalan, menjadi sahabat, menguntai cerita, menyamankan masing-masing, hingga mengambil pelajaran dari pengalaman yang telah diuntai. Adit, seseorang yang sedari kecil hingga dewasa menetap di Bandung. Tiara, anak dari orang tua yang pekerjaannya menuntut ia berpindah, akhirnya mendarat juga di Bandung. Bella, karena terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan kepada orang yang sangat disayanginya, akhirnya ia memutuskan untuk singgah di Bandung bersama orang yang dicintainya. Mereka bertemu, berbagi cerita, berbagi kisah, dan, pada akhirnya, bertemu lagi di satu titik yang berbeda. Kini, tersisa pertanyaan, "Apakah cinta yang berada di dekatku harus kukejar meski berlawanan arah?" --- Jika suka dengan cerita ini, saya berharap pembaca memberikan vote. Komentar, saran, dan kritik sangat diharapkan agar saya dapat menulis lebih baik dan tetap menghidangkan cerita-cerita. Semoga novel ini menjadi refleksi bagi saya dan pembaca mengenai toleransi di Indonesia. Salam, Penulis Esto Triramdani N

More details
WpActionLinkContent Guidelines