Death challenge

Death challenge

  • WpView
    Reads 698
  • WpVote
    Votes 277
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 27, 2020
WpInfo
Fiction
Horror
π‹πžπ­' 𝐩π₯𝐚𝐲 𝐟𝐨𝐫 𝐝𝐞𝐚𝐭𝐑 Pada akhirnya, sahabat juga bisa jadi penghianat di waktu yang tidak tepat. Jangan selalu bergantung pada orang lain, hanya dirimu yang bisa menyelamatkan duniamu. -Nayra Bersatu karena memiliki kelebihan dan penderitaan yang sama. Mereka memulai permainan yang seharusnya tidak pernah dimulai. Mengikuti challange yang ada dengan berharap mendapatkan hadiah namun berakhir merenggut nyawa. "JANGAN EGOIS! Kita memulainya bersama maka kita harus menyelesaikan nya BERSAMA!" Teriakan itu menggelegar di penjuru ruangan hingga mengalahkan nyaring nya suara tangisan. "Aku tidak akan memulai, jika dia tidak menciptakan ide gila itu. Lihatlah! Sudah berapa banyak nyawa yang dikorbankan, berapa banyak darah berserakan? Kebodohan apa lagi yang kalian harapkan?!" Makin panjang perdebatan, makin terlihat pula jati dirinya masing-masing. Semuanya dikuasai oleh ego, tak ada yang berpikiran untuk mengalah. Bersikukuh pada pendapat masing-masing, hanya diri sendiri yang bisa dipercaya. Terjebak dalam suatu pilihan, menyerang atau diserang. Masih bisakah mereka menuntaskan challange ini? Berapa banyak misteri lagi yang belum terpecahkan?
All Rights Reserved
#242
saudara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Doctor Lil-Daddy [END]
  • Dunia lain
  • The File : Scarlet Prison
  • Pesan Terakhir
  • Mereka yang Menunggu di Pintu
  • Sereia's Harem [End]
  • Pick Me, My Kalela!
  • Jeff || The Devil Second Lead (End)
  • HEI, BODYGUARD! (A Secret) βœ”
  • My Hero Academia: Male reader

Kebencian, trauma, dan kesedihan yang mendalam itulah yang memicu dan menjadikan dirinya seperti seorang monster. Tak taukah kau, mulutmu itu begitu tajam ketika kau memakinya dengan seenak hatimu hingga membuatnya semakin hancur? Dia kesakitan, sedih, marah, kecewa, depresi dan trauma lantaran penyiksaan demi penyiksaan yang menyakitkan, penghianatan cinta yang tragis, hinaan cercaan makian yang menyayat hati, bahkan pemerkosaan begitu mengerikan yang telah merengut secercah harapanya untuk hidup bahagia. Tidakkah kau dengarkan tangisan pilunya? Tidakkah kau dengarkan teriakanya yang menyayat hati itu? Atau kau pura pura tuli karena keegoisanmu? Bagaimana bisa kau tertawa dan mencerca, dan menghakiminya selayaknya manusia hina tanpa sudi mengenal dan mengetahui apa yang terjadi padanya. Kau pikir kau siapa? "Dia monster kamar 23, dan dia pembunuh"

More details
WpActionLinkContent Guidelines