[Heal Me If You Can]

[Heal Me If You Can]

  • WpView
    Reads 221
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2020
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Same eyes, complexion. Auristela Peony tidak membutuhkan Rogan untuk menyembuhkan luka-luka dihatinya. Sedangkan bagi sosok lelaki tampan dengan pemilik nama lengkap Arogan Segara Aldebaran, Auristela Peony adalah satu-satunya penyesalan terbesar yang sangat ingin ia kembalikan di dalam hidupnya yang kian kelam. Altair Sebiru Baradwaja, tau berada di sisi Auris sama dengan memupuk luka lama yang kian basah. Primrose Savanah, tidak pernah tahu bahwa selama ini secara tidak langsung ia begitu menyakiti tiga hati termasuk juga dengan hatinya sendiri. Jeffrey Sean Alister, CEO songong yang hobinya membuat seorang Auris Peony menderita dikantor tempatnya bekerja. Bagaimanakah untaian takdir dari sang pencipta berakhir? Kemanakah arus kehidupan mereka? Warn! Maybe it's klise, but first you can read it. Don't be a plagiarism! ©️@yourimagine_📌
All Rights Reserved
#4
altair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imperfection : Fight to be fine
  • AKASA [MYG]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Terkunci Dalam Takdir
  • QUEEN RERE [END]
  • SEANNA [ON GOING]
  • Arco Iris | TAMAT
  • PELABUHAN HATI

#BBS [Bastard Belati Series] #1 •Imperfection 2• ______________________________________ Mulai saat ini Cahaya tahu hidupnya tak lagi sama. Bersama Racquelle, Leo seakan lupa pada apa yang pernah terjadi dengannya dan Cahaya. Leo kembali dengan sifat berengseknya. Baik Leo dan Cahaya sama-sama bertingkah seolah saling tak mengenal satu sama lain. Hingga sesuatu tak terduga terjadi kepada keduanya. Mereka belajar untuk berjuang melawan luka dan derita yang bersarang di dada mereka. Mereka belajar melawan ego mereka masing-masing demi berdamai dengan luka. Lalu, akankah mereka mendapatkan kebahagian mereka setelahnya? _________________________________ © Copyright 2019 By Ran. *** Nggak ada bentuk toleransi untuk seorang plagiat. Tidak memaklumi segala tindak plagiarisme. Karena author bikin cerita nggak mudah. Harus meras otak supaya dapat imajinasi. Jadi, dibanding harus merugikan orang lain lebih baik tak usah buat cerita. Sesimpel itu. Berkaryalah dengan otakmu sendiri. Pergunakan otak dengan benar agar tidak sekadar jadi pajangan dalam kepala. Dibanding rusuh, pelagiat lebih baik menjauh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines