AUREL STORY

AUREL STORY

  • WpView
    Reads 1,938
  • WpVote
    Votes 245
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 20, 2021
"Mengharapkan sesuatu adalah, seni menyakiti diri sendiri"_ Aurel Gimana jadinya, jika gadis pecicilan, ceroboh, cerewet suka sama cowok yang dingin kayak tembok tujuh lapis dan terlihat misterius? ****** "Dahlah malu-maluin banget dah nihh bocah, emang ada apa yang suka sama setan? Gue sihh ogahh" sahut gue sambil nundukin kepala ke kolom meja, ga tau aja kalian gue malu, meski gue sering malu-maluin tapi gue masih punya rasa malu yang patuh untuk dipermalukan, eh gimana-gimana? "HAH? APA REL, LO SUKA COWOK? SIAPA REL NAMANYA? HAH? UDAH 2 TAHUN? GILA REL SIAPA SIH COWOK ITU" jawab Mika sengaja di besar besar kan biar memperkeruh suasana, gimana gue ga malu coba, kantin lagi diem-diemnya tapi nih bocah malah ngelunjak anjg. **** "TARIK SIS?" ucap gue lantang "SEMONGKO" sorak kelas XI MIPA 3 "Assekkkk, KINI TINGGAL AKU SENDIRI..., BERTEMAN DALAM SEPI" Nyanyi gue, meski gue gini, suara gue kek kaleng rombeng, nyadar kok gueee, nyadar sumpah. ***** " Oh... Jadi Lo cewek misterius yang selalu kirimin gue chat di wa? " Iya emang kenapa, masbulo, masalah buat lo" ucap gue ***** "Seret jalang yang menganggu gadisku" "Baik bos" Note : Kalo datang cuma mau ngehujat ngebacot, dan banyak tingkah, mending jauh² aja deh.
All Rights Reserved
#813
misterius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • THE CLIMB [Completed]
  • Arsyilazka
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Gadis Bar-bar Dengan Sejuta Pesonanya
  • HEY!! MR. COOL?! [END]

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines