Obálka příběhu pro Hana od rositawahyudi
Hana
  • WpView
    přečtení 130
  • WpVote
    Hlasy 9
  • WpPart
    Části 1
  • WpView
    přečtení 130
  • WpVote
    Hlasy 9
  • WpPart
    Části 1
Rozepsáno, poprvé publikováno bře 09, 2020
"Life isn't a fairytale," ucapnya di tengah kunyahan kentang.
...
"Aku begitu yakin dan senang dengan pilihanku. Aku kira aku akan menjadi wanita paling bahagia yang hidup dengan pilihannya menjadi seorang istri dan ibu. Tapi semua nggak semudah itu. Mereka yang aku kira peduli rupanya terlalu peduli dan mengomentarimu atau bayimu tanpa henti seolah mereka telah menjadi ibu paling baik sedunia.

Hal ini membuatku bertanya-tanya: mengapa manusia masih tetap saja terkejut dengan kenyataan dari sebuah pernikahan? Mengapa manusia lain masih juga merasa pantas atau berhak mengatur hidup manusia lain? Mengapa kami, para wanita, yang kerap disalahkan?
Všechna práva vyhrazena

1 část

Pro přidání Hana do své knihovny a dostávání aktualizací se zaregistruj
nebo
#483women
Pokyny k obsahu
Taky se ti může líbit
Taky se ti může líbit
Slide 1 of 7
Jodoh itu, Ketuk Pintu! [TAMAT] cover
Halycon cover
Learning in Progress (Boboiboy x Yaya) cover
Their Marriage Agreement (The Wedlock Series #3) cover
Cinta Dava  cover
Istri Cadangan cover
Setelah Kita Delapan Belas Tahun cover

Jodoh itu, Ketuk Pintu! [TAMAT]

Části: 54 Dokončeno

[1] Dara masih 23 tahun, tetapi kerabat dari ibunya selalu menanyakan kapan dia akan menikah, padahal orang tuanya saja tidak pernah merecoki Dara soal pernikahan atau apapun itu. Kejadian itu bermula di saat arisan keluarga dari pihak ibunya. Sang tante berkata kalau dia akan menjodohkan Dara dengan tetangganya yang berstatus duda anak dua, jelas saja Dara menolak. Sampai akhirnya beberapa hari berlalu, ada seorang pria yang datang ke rumah Dara dan berkata ingin melamar Dara menjadi istrinya. Apakah Dara menerima lamaran itu? Ataukah dia menolak dengan resiko selalu diberi pertanyaan "kapan menikah?" *** "Eh, mau ngapain?!" "Tidurlah. Kenapa? Aku nggak boleh tidur di kasur kamu juga?" "Hehe ... kirain tadi mau apa-apain aku." "Aku capek, mau istirahat. Kamu juga tidur gih!" Beneran tidur? Ini istrinya nggak mau di grepe-grepe dulu gitu? Ah, ya sudahlah. Lebih baik segera tidur. "Yaudah deh, mari kita turu!" *** CERITA TERSEDIA HANYA SAMPAI BAB 10. Untuk bab 11 sampai seterusnya bisa dibaca di platform Karyakarsa