Angel dan Ikbal dipertemukan sebagai dua jiwa muda yang masih meraba makna hidupnya sendiri. Disatukan oleh tugas kuliah dan percakapan ringan yang tak berarti, namun perlahan kebersamaan itu berubah menjadi kebutuhan yang tak bisa mereka jelaskan. Tanpa pernah berniat jatuh cinta, hati mereka saling menemukan rumah. Tetapi di balik hangatnya perasaan itu, perbedaan keyakinan menjulang seperti tembok kokoh, sebuah batas yang tak mampu mereka runtuhkan, seberapa pun kuatnya rasa yang tumbuh di antara mereka.
Bisakah keduanya memilih antara keyakinan dan cinta? atau hanya akan berujung pada keikhlasan.