Taste And Wound

Taste And Wound

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 28, 2020
Hampir 1 jam Seorang pria yang masih mengenakan seragam sekolah itu berdiri menatap gundukan tanah, matanya menggisyaratkan banyak luka, pandangannya tertuju pada nisan yang bertuliskan Awan Aditya Araga, lahir 16 januari 2003, wafat 31 juli 2018. "wan, lo tau nggak, tadi gw ketemu tunangan lo, dan dia nggak pakek cincin tunangan kalian, dan dia bilang dia nggak pernah tunangan sama siapapun, hati gw sakit wan, sakit banget liat dia sama sekali nggak ada rada bersalah atas kepergian lo," pria itu berjongkok, mengusap makam sang adik "tapi lo tenang aja Wan, gw pasti jagain dia sesuai pesan terakhir lo, cuman sebelum itu, gw mau buat dia ingat lo dulu, sama ada hal yang harus gw selidikin, ya lo pasti nanya kan, gw mau selidikin apa?, oke karna gw kakak yang baik jadi gw jawab, dia itu kayak nggak ingat kita siapa Wan, trus pas tgw tatap matanya, ada yang janggal, tatapannya asing banget, bukan kayak tatapan andra" titah pria itu sambil terkekeh ringan. "udah dulu ya Wan. Gw mau pulang dulu, see you again brother" ucapnya kemudian beranjak dari makam sang adik. Apa yang terjadi? Siapa yang di maksud lelaki itu? Dan siapa awan? Ingin tau kelanjutannya, silahkan baca cerita saya. Jangan lupa vote ya
All Rights Reserved
#90
egois
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Topeng Pelarian [SELESAI]
  • DeKaNa (END)
  • Cold Prince
  • Different
  • MY DISLEKSIA BROTHER | Brothersip Project✓
  • Gone(✔)🔚
  • ARKANNIA {ON GOING}
  • Only You [Slow Update]
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • Dosen RESE (ISLY) ✔ [Masa Revisi]

(Fiksi Remaja - Angst) "Aku akan mencoba lebih baik lagi, aku bisa," ucap lelaki tersebut dalam heningnya malam yang dingin. Akash Abiyan memposisikan dirinya sebagai anak lelaki yang terkuat, lelaki remaja tersebut membantah agar dirinya tidak meneteskan air mata walau dirasa sangat sulit, jauh dalam lubuk hatinya di sana, ada tangisan yang luar biasa menyiksa batin. Menganggap dirinya seorang lelaki yang harus terlihat kuat dan tidak mudah menangis, itu ia lakukan demi meraih cinta dari kedua orangtuanya. Terlahir dari hasil perbuatan zina, ia harus menanggung rasa tidak diakui oleh kedua orangtuanya. Lantas itu tak membuatnya dendam, namun demikian ia terus berusaha menjadi anak lelaki yang terlihat membanggakan walau di balik topeng ada segelintir air mata yang ia bendung. Mampukah ia bertahan di balik topeng tersebut? Lalu, seperti apakah hari-hari yang dijalani oleh Akash Abiyan? Publish : 17 Februari 2022 Selesai : 06 April 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines