Can We Be Together? Hopefully

Can We Be Together? Hopefully

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 1, 2020
"Jangan bersedih lagi, tetaplah kuat. Setiap manusia selalu diberi cobaan, hanya saja dalam porsi dan masalah yang berbeda pastinya. Tuhan sudah adil dalam memberi kita cobaan, tinggal kita saja yang harus menghadapinya bagaimana" ucapnya sambil menatapku lembut. "Tapi....tapi kenapa aku ngerasa semua ini nggak adil. Tuhan sangat banyak memberiku cobaan. Sulit untukku menanggung semua beban ini" ucapku lirih. "Tidak kau salah. Tuhan memberimu beban yang cukup berat karena dia ingin mengetesmu, apa kau sanggup atau tidak menjalani semua rintangan yang diberikannya padamu". "Dan jika kau berhasil melewati semua rintangan yang dia berikan. Maka, kau akan mendapatkan kebahagian yang kau ingin kan". Lanjutnya masih dengan tatapan lembut meyakinkan. "Benarkah...?" Masih dengan nada lirih. Masih sulit untukku menerimanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STUCK
  • Maaf' (Revisi)
  • Inside You
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Rinai
  • ALSTARAN [END]
  • The Forbidden Choice (END)
  • ALEYA~~
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines