Maafkan saya, tuan.
Terpaksa saya tuliskan kegelisahan saya atas kepergian tuan disini.
Mulai sekarang, biarkan jiwa tuan saya abadikan dalam rangkaian kata di dalam sini ya?
haruskah berulang kali kau memberi harapan kemudian menghancurkannya begitu saja?
tolong lepaskan aku dari jeratan pesona mematikan mu itu.
aku jengah dengan tingkah mu.
pergi dan biarkan aku hidup.
bisakah?